*** BERPIKIR BESAR - BERANI MENCOBA - JANGAN TAKUT GAGAL - MULAILAH DARI SEKARANG ***

31 Januari 2014

KILAS PERISTIWA

1. Motivasi wirausaha oleh Bpk Heru Purnomo, ST Owner HJKarpet saat acara Seminar kewirausahaan membangun SDM yang handal berbasis MASJID diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia Jakarta



2. Training wirausaha, oleh Bpk Heru Purnomo, ST owner HJKarpet yang diselenggarakan oleh PUK SPSI PT Kabel Metal Indonesia Tbk - Jakarta dalam tema menciptakan peluang usaha diluar jam kerja untuk menghadapi pensiun dini sebagai alternatif solusi terbaik antara karyawan dan perusahaan.




3. Training wirausaha, oleh Bpk Heru Purnomo, ST Owner HJKarpet di Radio Dakta FM 107.5 dalam tema, "bisnis modal dengkul" dengan peserta UKM binaan Radio Dakta




4. Motivasi wirausaha, Bpk Heru Purnomo, ST Owner HJKarpet dalam tema " Masjid yang mandiri " peserta pengurus masjid diwilayah tambun bekasi diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia cabang Bekasi.


5. Motivasi wirausaha, Bpk Heru Purnomo, ST Owner HJKarpet dalam tema, menciptakan peluang usaha dengan peserta pengurus NU wilayah Jakarta Utara saat acara pelatihan.




6. Seminar dan perkenalan distributor HJKarpet oleh Bpk Heru Purnomo, ST Owner HJKarpet dengan peserta para distributor dan toko - toko interior di hotel horison Bekasi




19 Januari 2014

Peluang bisnis pembibitan tanaman

Tidak seperti biasa, pagi ini selepas subuh kami bersiap - siap untuk rekreasi sekaligus mencari suasana yang baru. Biasa mengisi liburan weekend kami pergi ke mall atau ke tempat pegunungan yang sejuk agar kebisingan dan kemacetan di daerah kami bisa terlupakan sejenak. Namun kali ini kami bersama pak Joko berkunjung ke tempat pembibitan tanaman unggul. Lokasinya di subang, tepatnya di rumah pak Aswan.

Lokasinya cukup lumayan jauh dari bekasi, tapi alhamdulillah bisa ditempuh dengan cepat karenma tidak macet dijalanan seperti di Jakarta atau di bekasi.

Sesampainya disana semua rasa lelah diperjalanan terbayar sudah dengan melihat hasil pembibitan tanaman yang sangat luar biasa apalagi dengan penjelasan langsung dari pakarnya.

Tanaman - tanaman unggul ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat tetapi, masyarakat masih kesusahan untuk mendapatkannya. Ditengah perekonomian masyarakat yang sudah membaik kebutuhan akan tanaman alternatif sebagai penghibur di pekarangan rumah sangat banyak, peluang usaha  ini harus segera dimanfaatkan jangan sampai nanti kesempatan emas ini diambil oleh tangan - tangan asing dengan mempekerjakan bangsa sendiri.

 Tanaman Anggur Merah, pembibitan dari batang


 Foto bersama pak aswan dan pak joko


 Pembibitan tanaman langka yg berhasil dilakukan oleh pak Aswan


 Tanaman buah Tin


Pembibitan buah Tin dengan proses stek batang

Labaik Allahuma Labaik

Foto dilantai 4 ( paling atas ) Masjidil Haram bersama Ibu dan Mertua

Kabar tentang pemotongan jumlah calon jamaah haji tahun 2013 membuat kami was - was, apakah kami termasuk salah satu dari calon jamaah yang ikut pemotongan tersebut. Kalaupun kami termasuk dalam jamaah yg ikut diundur keberangkatannya kami ikhlas karena haji adalah panggilan, kita berencana dan keputusan Allah adalah yang terbaik. Pemotongan jamaah haji tahun ini dikarenakan renovasi perluasan masjidil Haram yang diperkirakan selesai sampai tahun 2016. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, tahun 2013 kami tidak ikut rombongan yang ditunda keberangkatannya, sehingga kami bisa menunaikan Haji bersama Ibu dan mertua tahun ini.


Jumlah jemaah tahun ini berkurang dibanding tahun lalu dipicu oleh kekhawatiran masalah kesehatan virus pernapasan mematikan, Mers, dan pemotongan kuota jamaah haji asing.
Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa semua jemaah haji telah mencapai Mina, dekat Mekkah untuk menelusuri jejak Nabi Muhammad 14 abad lalu. Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef mengatakan ada 1,38 juta jemaah dari luar Arab, turun 21 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 1,75 juta.
Sebanyak 1,29 juta jemaah berasal dari 188 negara. Tahun ini, Kerajaan Arab Saudi memotong kuota jemaah dari luar negeri sebesar 20 persen karena kekhawatiran infeksi dari virus Mers. Arab Saudi juga tengah menyelesaikan proyek-proyek besar untuk memperluas kapasitas Masjidil Haram.

Perkiraan pemerintah Arab Saudi Haji tahun ini akan penuh sesak karena pembanguan belum selesai dan tempat untuk tawaf mengecil hanya mampu menampung separoh dari jamaah biasanya. Ternyata proyek pemugaran berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga jamaah haji tahun ini tergolong paling nyaman dan tidak terlalu banyak antrian, bayangkan dari total jamaah haji biasanya untuk tahun ini total keseluruhan  hingga 37.5 persen.

Alhamdulillah rangkaian haji bisa kami lalui tanpa halangan yg berarti, mulai berangkat dari tanah suci tanggal 8 Oktober dan kami tiba kembali lagi di tanah air tanggal 18 Nopember 2013 dengan selamat.



Foto Usai sholat Isya' di lantai 2 Masjidil Haram


Foto di halaman Masjid Nabawi


Foto di Padang Arafah saat wukuf

06 Desember 2013

Family Gathering HJ Group 28 September 2013 di ANCOL



Wajah - wajah cerah mulai berdatangan di Jl Raya Candrabaga tempat dan pusat kegiatan HJ Group. Mulai dari jam 6 pagi kegiatan mulai terasa ramai, ada apakah gerangan ?

HJ Group punya gawe, hari sabtu yang cerah tepatnya tanggal 28 september 2013, keluarga besar HJ Group mengadakan family Gathering kali ini ke Ancol setelah tahun kemaren ke Puncak selama 2 hari.

Dua Bus Pariwisata eksekutif terparkir di kantor pusat HJ Group dan sederet mobil pribadi melengkapi kebutuhan pengangkutan seluruh karyawan beserta keluarganya yang berjumlah lebih dari 200 orang.

Tepat pukul 7 pagi rombongan diberangkatkan satu persatu menuju ancol, alhamdulillah perjalanan berjalan lancar, jam 9 pagi seluruh rombongan sudah berkumpul semua di Pantai Indah Jaya Ancol


Bapak Uha Bahaudin Manager Marketing HJ Group memberikan hadiah karyawan ( seluruh karyawan mendapatkan hadiah )


Acara dimulai dengan sambutan panitia trus disusul sambutan Presiden Direktur HJ Group bapak Heru Purnomo, ST. Isi sambutan pada intinya perusahaan mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada seluruh karyawan beserta keluarganya yang selama ini loyal bekerja dan bahu membahu membesarkan perusahaan yang kita cintai bersama tidak lupa Bpk Heru Purnomo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh distributor dan customer HJ Group yang setia dan mempercayakan kepada kita seluruh order - order dan pembeliannya selama ini.  Beliau juga menghimbau agar kita semua lebih kompak dan bersemangat lagi dalam menjalankan perusahaan ini agar tujuan utama, visi  dan misi HJ Group bisa tercapai yaitu menciptakan peluang usaha yang sebesar - besarnya dan memberi manfaat yang banyak bagi orang lain. Dengan membuat produk yang berkwalitas untuk pabrik, memberi pelayanan yang tiada henti kepada member - member distributor dan perbaikan secara berkesinambungan akan membuat produk kita akan terkenal dan kepuasan pelanggan yang akan membuat mereka order kembali kepada kita.

Setelah acara sambutan dan berbagai macam lomba dijalani, acara yang ditunggu - tunggu yaitu pembagian hadiah door price. Mulai dari hadiah yang terkecil yaitu HP, kompor gas, kipas angin, VCD, televisi, dispenser sampai ke mesin cuci dan hadiah utama adalah kulkas dan TV 21 Inci. Semua peserta mendapatkan hadiah. Hadiah utama didapat mas Sisanto kepala marketing HJ Ritail untuk luar kota.

 Foto bersama seluruh karyawan HJ Group di pinggir pantai Ancol



 Team HJ Interior sedang lomba Goyang caesar yang sedang ngetren



Bapak Heru Purnomo, ST selaku presiden Direktur HJ Group memberi pengarahan dan motivasi kepada seluruh karyawan beserta keluarganya dan distributor yang hadir


Setelah acara demi acara dijalankan tidak terasa sudah pukul 4 sore, setelah berfoto bersama di tepi pantai ancol rombongan keluarga besar HJ Group meninggalkan ancol untuk pulang dan besoknya beristirahat tidak ada lembur agar hari seninnya fit untuk beraktifitas kembali.

05 Mei 2013

Lingkungan adalah laboratorium yang besar diam tidak bicara


Sepenggal cerita BAB 5 , dalam buku saya yang insyaAllah terbit setelah Ibadah Haji tahun ini, 

Sewaktu saya masih tinggal dirumah petak atau kontrakan kita memiliki tetangga yang beraneka macam, mulai dari pekerja formal seperti saya hehehe, dari berbagai perusahaan yang ada di sekitar kecamatan cakung ada juga yang pekerja nonformal seperti pedagang baso, kuli bangunan, dan pedagang keliling.
Satu diantara tetangga yang menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya yaitu Pedagang mainan keliling. Kebetulan beliau tinggal tepat didepan kontrakan saya. 

Setiap hari selalu saya perhatikan keluarga nan bahagia ini dengan kehidupan saya yang serba pas – pasan
 beliau sekeluarga hidup dengan serba berkecukupan. Bukan saya iri sama mereka tapi kadang saya berpikir, saya karyawan sebuah perusahaan ternama, jabatan juga lumayan sebagai staff, baju mentereng setiap berangkat kantor, tapi dalam kehidupan sehari – hari jauh dibandingkan dengan “hanya” tukang mainan yang setiap hari keliling dengan gerobak mainan !!!!

Pernah saya berbincang – bincang dengan beliau yang sampai sekarang kami sudah menjadi saudara yang setiap tahun kami mengunjungi beliau untuk silahturohmi.
“ Bapaknya Lis,  sudah berapa lama bapak menekuni jualan mainan ini ? kayaknya pasarannya bagus yaa sampai tiap hari belanjaan banyak mulu”. Suatu hari saya membuka percakapan sehabis pulang kantor sambil leleh – leyeh didepan kontrakan.

“ Udah lama mas.. yaa kira – kira 5 tahun ada”. Kata Pak Nana

“Yahh Alhamdulillah ya mas, saya sudah mempunyai pasaran sendiri, meskipun saingan silih berganti anak – anak beli mainannya tetap ke saya soalnya mainan saya yang paling lengkap meskipun harganya agak mahalan sedikit mereka lebih puas”.

“Sebelumnya kerja dimana pak, kok banting setir menjadi pedagang mainan”. Tanyaku penasaran

“ Saya dulu sopir pribadi mas, hampir 10 tahun, sebenarnya gajinya sudah lumayan waktu itu, tapi untuk memenuhi kebutuhan yang semakin hari semakin bertambah, saya ngga sanggup apalagi biaya sekolah anak saya yang sudah besar. Makanya saya putuskan untuk jualan mainan dan ternyata hasilnya jauh lebih besar dibandingkan gaji saya saat saya masih jadi sopir”.

“sampai saat ini saya masih betah menjadi pedagang mainan, selain saya mampu memenuhi kebutuhan sehari – hari, alhamdulillah saya bisa menyesihkan tabungan setiap minggunya”.

Sebagai gambaran, kebetulan sebulan sekali istri saya belanja di perumahan dekat kontrakan kami tinggal, Istri Pak Nana pedagang mainan depan kontrakanku selalu titip uang untuk ditabung.

“Mba Nana mau kemana ? “. Tanya mama Lis saat istriku mau ke perumahan samping kontrakan.
“Mau ke Perumahan Mba, mo belanja beras kebetulan di perumahan lebih murah”. Kata istriku

“ Saya mo titip tabungan sekalian yaa?’. Katanya

Kebetulan kami sudah sangat akrab seperti saudara sendiri, inilah kelebihan hidup dikontrakan karena jarak antar kontrakan hanya sejengkal jadi kami hanya ketemu kamar dengan kamar sehingga kehidupan kami sangat dekat setiap saat hehehehe

“Boleh”. Kata istriku

Sambil membawa tabungan yang didalamnya disisipin uang istriku langsung pergi menuju perumahan sebelah kontrakan saya.sebelum memberikan ke kasir, istri saya sempat menghitung dulu uang yang diselipkan diantara rekening BRI dan sunggung tercengangnya istri saya waktu itu. Ternyata saldonya hampir 20 Juta. Uang sebesar itu sangatlah banyak dan mungkin masih dalam mimpi bagi istriku untuk mendapatkannya waktu itu.

Pedagang mainan setiap bulan bisa menabung sampai 1 Juta !!!! bagaimana kita sebagai karyawan bergengsi sebuah perusahaan ternama, boro – boro untuk menabung 1 juta, bisa mencukupi kebutuhan sampai gajian berikutnya saja sudah alhamdulillah hehehehe.....

Saat waktu senggang saya mulai belajar membuat mainan dari balon, siapa tahu suatu saat nanti berguna pikirku. Beliau saja yang jualan mainan tidak malu dan berpenghasilan lebih baik dari aku mengapa tidak kita coba pikirku.\

“ Dulunya saya sangat malu mas jualan mainan ini, apalagi saya sebenarnya lulusan SLTA sedangkan abang – abang mainan yang lain rata – rata hanya lulusan SD. Gimana lagi daripada anak istri ngga makan saya terpaksa banting setir jualan mainan, lama – lama menjadi ketagihan hehehehe”. Kata Pak Nana kepadaku

“Alhamdulillah ya pak, meskipun jualan minan tapi bapak sudah bisa menabung lumayan setiap bulannya, gimana bapak bisa menyisihkan uang sebanyak itu pak ?”. Tanyaku penasaran.

“Saya selalu memasukan uang recehan yang saya terima setiap hari kedalam bambu mas, yang saya pakai yang ribuan saja. Ternyata setelah sebulan uang recehannya banyak sekali. Itulah yang saya tabungin”. Jawabnya

Recehan saja bisa menjadi jutaan yaa kalo dikumpulin, pikirku......inilah pelajaran yang sangat berharga yang akhirnya merubah pola pikirku yang tadinya ingin menjadi seorang priyayi berkarier menjadi seorang pebisnis dikemudian harinya.

Yaa tetangga, tetangga adalah laboratorium yang sangat besar yang bisa kita jadikan cermin untuk belajar. Apapun ada disana kita bisa belajar, berbagai macam corak pemikiran tingkah laku pekerjaan dan sebagainya bisa kita pelajari dari kehidupan tentangga kita. Kalo kita berpikir positif kita bisa belajar dari orang – orang yang berhasil, tapi kalo kita berpikir negatif kita bisa belajar dari tetangga kita yang kurang berhasil dan sampai sekarangpun saat kita berkunjung kesana masih kita jumpai tetangga kita dulu yang berprofesi persis saat saya masih tinggal disana 10 tahun yang lalu dengan kehidupan yang persis seperti dulu karena mereka tidak mau merubah.

Mengapa pak Nana yang tadinya sebagai sopir pribadi sekarang menjadi pedagang maian dan sudah tergolong sukses karena selain bisa menabung lumayan banyak waktu itu, beliau juga sudah bisa menyisihkan uangnya sebesar 22 Juta untuk ditanamkan ditempat kakaknya sebagai juragan angkot dengan bagi hasil sebesar 3 persen setiap bulan.

Bayangkan betapa besarnya penghasilan seorang pedagang mainan yang bisa menyisihkan uang yang lumayan besar dan bisa menanam saham untuk tabungan kelak dikemudian hari. Mungkin sebagian orang akan berpikiran gengsi bahkan malu, mungkin saya juga akan berpikiran seperti itu, masak saya harus keliling menjajakan maian banting setir !!!! 

Yaah itulah banyak dari kita yang sampai saat ini belum berubah nasibnya karena masih terganjal rasa malu, belum terpaksa dan yang pasti kurang belajar dari orang yang sukses.
Pak Nana telah membuktikan kepada kita, asal kita mau berusaha meskipun mungkin menurut orang pekerjaannya rendahan tapi kalo kita seriusin akan menjadi ladang penghasilan yang besar.

Pernah saya tanya berapa penghasilan setiap harinya, beliau menjawab kalo lagi ramai bisa 400 ribu, kalo lagi sepi bisa 200 ribu, pernah juga hanya dapat 100 ribu.
Coba kita hitung dengan rata – rata penghasilannya 200 ribu per hari, modal mainan ternyata jauh sekali dari harga jual, keuntungan bisa sampai 500 persen !!!!! berarti perhitungan kasar setiap bulan bisa diatas 5 juta waktu itu, tahun 2000 dengan penghasilan 5 juta setiap bulan setara dengan penghasilan manager.

Sementara saya masih menekuni profesi sebagai karyawan bergengsi saya terus mencari jalan untuk merubah mental menjadi pebisnis.

Ada dua hal yang sangat kontras yang kami alami waktu itu, saat dikantor kami akan selalu berpikir bagaimana pengembangan karier, selalu pekerjaan karier yang selalu saya diskusikan dengan temen – temen dikantor, sedangkan saat dirumah saya selalu mendapatkan pelajaran baru dan berhaga sebagai begawan bisnis mas Nana setiap harinya ada selalu cerita menarik dan sangat melekat dipikiranku yang sangat memotifasi saya untuk segera beralih profesi.

Ada satu lagi temanku yang berhasil setelah banting stir menjadi pedagang, beliau sangat dekat sekali denganku bahkan saat terakhir ketemu 3 tahun yang lalu saya masih inget, dia tetanggaan kontrakan denganku.

“Mas Heru, cita – cita pingin jadi apa” Waktu itu mas Parno tetangga kontrakan buka obrolan saat sama – sama pulang kantor, Mas Parno adalah tetangga kontrakan dan beliau karyawan teknisi di sebuah perusahaan terkenal di Jakarta timur.

“ Saya pingin kuliah lagi mas”. Jawabku

 Jaman sekarang kita harus kuliah tinggi kalo ingin berpenghasilan tinggi, kalo Cuma lulusan SMA atau D3 kayaknya akan susah untuk mengejar karier pikirku.

“ Kalo sampeyan gimana?”. Ganti saya tanya ke mas Parno
“ Saya sih pingin mas kuliah, duitnya dari mana ?”. jawabnya
“ Bisa lulus STM saja, saya sudah sangat bersyukur, bapak saya hanya sebagai tukang becak, bisa mampu menyekolahkan anaknya sampai STM sudah prestasi yang bagus mas”. Ia melanjutkan pembicaraan

Tidak sampai sebulan saya tinggal dikontrakan itu dan pindah masuk ke perumahan. Lama saya tidak mendengar kabar tentang mas Parno hampir 3 tahun.
Suatu saat seperti biasaya sehabis gajian saya mengantar istri untuk berbelanja bulanan ke perumahan dekat kontrakanku

“ Mamanya Naufal, kalo mo belanja bulanan ada tempat yang sangat murah”. Kata Mama Lis tetangga kontrakan yang juga Istrinya Pak Nana penjual mainan.
“ Dimana Bulik?”. Tanya Istriku

“ Itu didekat perumahan ada gang kecil samping tempat pencucian mobil”. Katanya
Akhirnya saya berangkat kesana sambil mengingat – ingat tempat tersebut.
Yaa 3 tahun yang lalu kayaknya saya pernah tinggal disitu dan kenal dengan mas Parno tetangga kontrakan, dimananya ?? pikirku penasaran

Sesampainya ditempat itu, sungguh saya sangat kaget, ternyata tempat yang dimaksud oleh mama lis adalah tempat mas Parno kawan saya yang lama dulu. Tempat kontrakan saya pas disampingnya.
Kontrakan mas parno yang dulu dipakai berempat sekarang telah disulap sebagai tempat jualan sembako, pembeli banyak sekali mereka harus antri satu – persatu untuk dilayani meskipun tempatnya sempit tapi pembelinya lumayan banyak, mereka yang beli kesitu bukan saja untuk dipakai sendiri banyak sekali pemilik – pemilik warung yang belanja kesitu.

Sungguh luar biasa, seperti mimpi saya, dulu saat perpisahan 3 tahun yang lalu mas Parno belum memiliki bisnis apa – apa, sekarang beliau sudah merombak kontrakan menjadi tempat usaha dan yang lebih dasyatnya kontrakan tersebut telah dibeli !!!

Kami saling bersalaman dan tidak menyangka sama sekali, mas parno yang dulunya sebagai teknisi sekarang banting stir menjadi pedagang sembako yang sangat sukses bahkan telah memiliki pelanggan yang cukup banyak. Sampai tetangga kontarakan mama lis yang jaraknya hampir satu kilometer bisa mengetahui tempatnya.

“Gimana ceritanya mas, kok sekarang bisa sukses begini ?”. Tanyaku saat kami mulai berbincang – bincang
“ Setelah mas heru pindah, saya coba mulai bisnis sambilan mas, waktu itu saya coba bawa sampel beras beberapa plastik ke kantor, beras tersebut sudah saya tapih ( bersihkan ) dan saya coba pasarkan ke temen  - temen. Alhamdulillah ada yang pesan 20 Kg dan saya harus mengantarkan ke tambun.”.

Meskipun untungnya Cuma 2000 perak beliau dengan semangat mengantarkan pesanan pertamanya itu. Menggunakan sepeda !!!! yaa beliau mengantarkan pesanan menggunakan sepeda ontel, kendaraan satu – satunya yang dimiliki saat itu.

“ Untung 2000 perak yang seribu untuk beli minum, yang seribu untuk beli kue” Kenangnya
Beliau menjalani terus profesi sambilan itu, satu persatu teman kantornya mulai menjadi pelanggannya, bahkan setiap sore sepulang kerja dia memasarkan ke perumahan sambil membawa sampel beras yang sudah ditapih.

Beras...... awal dia mulai bisnis, dengan diawalin 20 kg, terus merambat sampai saat saya pertama bertemu setelah 3 tahun, kebutuhan beras setiap harinya 2 ton !!!!

Selain beras, juga menjual bahan sembako yang lainnya seperti gula, minyak sabun, rokok dll.
Mengapa beliau bisa begitu sukses dan terkenal, ada satu pesan yang sampai saat ini menjadi motifasi saya, murah tidak harus kita beli yang jauh, cukup radius 1 – 2 km, kalo kita bisa menjual lebih murah dan pelayanan yang bagus nanti pembeli akan datang dengan sendirinya.

Betul juga, pikirku, termasuk saya yang tadinya tidak tahu, diberitahu tetangga, mereka akan menjadi marketing kita, karena pelayann yang bagus !!!!!! mereka puas dan akan memberitahu kesemua orang tanpa kita minta.

Terakhir saya ketemu Mas Parno beliau sudah memiliki ruko baru dan mobil baru untuk mendukung penjualannya dan sudah memperkerjakan beberapa karyawan untuk melayanin pelanggan yang sebagian besar adalah pedagang kecil atau warung.

Dari cerita diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa banyak yang kita akan alami dalam hidup bertetangga dan apa yang kita saksikan setiap hari adalah laboraturium yang sangat besar yang bisa memberitahu kita apa saja. Bagaimana kesudahan orang yang mau bantirng setir, bagaiman kesudahan orang yang berani memulai bisnis dan bermacam   -macam contoh yang bisa kita ambil pelajaran nantinya kita mau seperti apa, seperti dikantor kita sudah bisa membayangkan nantinya kalo sudah pensiun dengan melihat teman kantor kita yang sudah pensiun. Atau kita melihat tetangga kita yang masih sampai saat ini belum berubah dan masih tetap mempertahankan profesinya dengan kehidupan seperti 10 tahun yang lalu, mengapa mereka tidak mau berubah dan mengapa mereka bisa berubah dratis, bukankah Allah SWT akan merubah nasib suatu kaum kalo kaum itu mau merubahnya.

Jangan sampai kita berpikir bahwa inilah nasibku, inilah takdirku seperti ini, karena kita belum tahu apakah seperti inikah takdirku, kita harus terus mencari dan mencoba dengan belajar dengan lungkungan dan melihat orang yang berhasil dan yang kurang berhasil.

Semoga bermanfaat......................

Kata Tukul " Wajah Ndeso Rejeki Kutho"

Seperti biasa di HJKarpet pagi - pagi hari minggu selalu ramai dikunjungi pembeli. Pembeli di HJKarpet sebagian besar adalah distributor yang nantinya dijual lagi baik itu dikreditkan , cash atau dibuat sistem arisan.

Kebetulan Minggu pagi itu belum banyak karyawan yang datang, maklum jam masih menunjukkan jam setengah tujuh, jam masuk kerja untuk shift pagi yaitu jam tujuh,

" Mas, Saya bisa bertemu dengan yang punya toko ini ngga, penting" Kata seseorang kepada salah satu karyawan kami.
" Ada keperluan apa pak ?" kata karyawanku balik bertanya
"  Ini penting pokoknya, saya pingin bertemu langsung dengan pemilik toko ini". Jawabnya lagi
Akhirnya karyawan saya menuju kebelakang toko yang kebetulan rumah saya gabung menjadi satu dengan toko di belakang.

Saya bergegas menemui orang tersebut dan menanyakan ada maksud apa pingin ketemu pemilik toko.
" Saya pingin langsung bertemu dengan pemiliknya langsung mas, kata dia lagi.
Saya semakin penasaran, saya tanya lagi ke orangnya iya, ada yang bisa saya bantu pak ?
tetap saja bapak ini ngotot tidak mau memberitahu, ini penting mas, saya ingin bertemu pemiliknya langsung, katanya lagi.......

Waduhhhh...ngga punya tampang pemilik kayaknya saya ini hehehe, yaa sudah, saya langsung ngomong, saya pemiliknya pak, ada perlu apa kataku kemudian.

Baru beliau menceritakan keperluannya, ....memang tampang Ndeso tapi Alhamdulillah rejeki kutho, pikirku......

Pernah juga kejadian yang hampir sama terjadi di pabrik,

Seperti biasa saya berangkat ke pabrik naik motor tidak membawa mobil, karena selain tempatnya dekat juga lebih fleksibel kalo pake motor.

Saat baru sampai dipintu gerbang, tanpa disangka - sangka datang sopir truk langsung menegur saya,
" bapak gimana sih, janjian datangnya pagi, mengapa baru sampai ? Tanyanya sambil agak marah
Saya bingung ngga karuan, ini siapa ya, pikirku, " Ada apa pak ? Tanyaku masih bingung

" kalo janji pagi ya datang pagi dong, saya kan jadinya terlambat nich truknya, udah bapak langsung potong saja karpetnya buruan, soalnya saya sudah kesiangan". Kata sopir truk tanpa menghiraukan kebingunganku

" Akhirnya saya tinggal sopir truk tersebut dan saya langsung menuju produksi ada apa gerangan sampai sopir truk marah - marah begitu.

Setelah saya tanya kepada kepala produksi ternyata semua sedang menunggu tukang pasang karpet yang akan memotong dulu karpetnya sebelum diangkut menuju tujuan.\

waduhhhh.....siang -siang kena damprat pikirku, sambil mesam - mesem sendiri naik ke lantai dua..sambil mengingat laku tukul kembali tampang Ndeso alhamdulillah rejeki kutho.......




Training "Wirausaha sebagai solusi persiapan Pensiun Dini"

( Training persiapan pensiun dengan berwirausaha )

Tak terasa 3 tahun sudah saya resign dari karyawan swasta dan selama hampir 13 tahun menjadi karyawan swasta terbalas sudah dengan keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan untuk fokus menekuni wiraswasta menjadi pedagang karpet per tanggal 25 April 2010.

Sebagai rasa hormat dan kecintaan saya terhadap perusahaan yang telah membesarkan saya selama 13 Tahun yaitu PT Kabel Metal Indonesia, saya memenuhi undangan pengurus SPSI untuk mengisi training kewirausahaan dalam menghadapi Pensiun.

Rasanya seperti masih sebagai karyawan dan suasana benar - benar akrab saat saya menyampaikan materi training diantara teman - teman yang dulunya bersama - sama bekerja di lingkungan perusahaan yang sama.

Memulai wirausaha sangat perlu dan segera dilakukan bagi kita yang merupakan karyawan swasta, mengapa demikian, karena karyawan swasta beda dengan pegawai negeri. Pegawai negeri tidak akan mempermasalahkan saat dimana mereka sudah pensiun bahkan banyak diantara mereka memutuskan untuk mengambil persiun dini karena mereka mendapatkan jaminan pensiun

Sedangkan karyawan swasta tidak demikian. karena perusahaan milik swasta bukan pemerintah banyak yng tidak menyediakan pensiun tetapi hanya menyediakan uang pesangon saat selesai bekerja. Sebenarnya uang pesangon tersebut jauh dari cukup untuk kalangan tertentu dan mungkin ada juga yang lebih dari cukup untuk perusahaan - perusahaan yang terkenal.

Sering kita jumpai dan ini banyak terjadi, selepas pensiun si karyawan baru memulai usaha dan benar - benar menjalankan pekerjaan yang sesungguhnya mengapa ?

Pada saat bekerja sebagai karyawan tetap atau orang disebut "ZONA AMAN" mereka tidak perlu kawatir akan kekurangan atau tidak mendapatkan uang karena setiap akhir bulan mereka akan selalu menerima gaji dan gaji tersebut tidak akan berkurang meskipun perusahaan sepi atau Si Pekerja sakit akan diganti semua perawatannya.

Hal ini tidak akan didapat lagi saat mereka sudah pensiun. Saat pensiun alam yang sesungguhnya akan dirasakan berat manakala si pekerja belum pernah berwirausaha. Karena dalam wirausaha yang ada adalah untung dan rugi, kalo tidak untung ya rugi kalo tidak berhasil transaksi ya tidak akan ada uang yang masuk sehingga pendapatannya ditentukan dari berapa transaksinya tiap bulan.

Untuk menyiapkan pensiun inilah maka karyawan swasta harus sudah memulai melirik bisnis sambilan yang mana nantinya bisa menjadi penopang hidup manakala memasuki usia pensiun, bahkan kalo ternyata usahanya lebih maju bisa mempertimbangkan untuk mengajukan pensiun dini.

Mengapa harus segera memutuskan pensiun dini saat usaha sudah mulai maju, atau istilah bapak Wan Muhammad 3x gaji kita harus berani mengekskusi, karena saat usaha kita sudah dilevel itu kita harus sudah bisa memilih mana yang akan diprioritaskan, karena pekerjaan atau usaha harus fokus.

dari sisi Pekerja akan membuat kita lebih konsentrasi dengan banyaknya waktu dan tentunya pikiran kita tidak bercabang saat menjalankan bisnis. sedangkan dari pihak perusahaan akan merasa diuntungkan karena saat usaha sudah dipersimpangan biasanya si karyawan kurang konsentrasi sehingga akan merugikan perusahaan. dengan program pensiun dini menjadi win - win solusi bagi pekerja dan perusahaan.

Sedang berbincang - bincang dengan peserta yang notabene adalah teman-teman semua 
saat menjadi karyawan di KMI

ON Air Radio Dakta 107FM



Untuk meningkatkan pelayanan dan pengenalan produk - produk HJKarpet ke masyarakat, kami bekerjasama dengan Radio Dakta 107FM Bekasi. Kerjasama ini dalam pengenalan produk kami yaitu secara ONAIR dan pemberian materi kewirausahaan secara OFFAIR di radio dakta dengan dihadiri peserta - peserta dari berbagai kalangan bisnis yang diisi langsung oleh Bapak Heru Purnomo selaku Pemilik Hernadhi Jaya Karpet.

Antusiasme peserta sangat tinggi terbukti setelah pemaparan selesai banyak yang melanjutkan dengan diskusi langsung dan sebagian besar mendaftar menjadi member HJKarpet.

Sampai hari ini sudah tercatat beberapa member dari peserta training di Radio Dakta sudah aktif menjajakan barang dari HJKarpet dan sudah ada yg beromset lumayan dengan memasarkan keset Anime dan karpet.

Selain kerjasama diatas HJKarpet juga ikut berpartisipasi menjadi salah satu sponsor dalam kegiatan FUNBIKE yang diadakan Radio Dakta dalam rangka hari ulangtahun yang ke 21 di Harapan Indah Bekasi.
Dalam acara tersebut HJKarpet memberikan doorprice berupa karpet Handmade produksi sendiri dengan ukuran 1.5x2 mtr dengan nominal harga diatas 800 rb sebanyak 10 lembar.


( Bapak Uha Bahaudin, Selaku Manager Marketing HJKarpet sedang mewawancarai salah satu pemenang undian karpet didepan stand HJKARPET )


01 Mei 2013

Penyerahan Lambang Kota Bekasi dari PT Hernadhi Jaya kepada Bpk Ahmad Syaikhu Wakil Walikota Bekasi



Pada Tanggal 9 April 2013, Bapak Heru Purnomo selaku direktur Utama PT Hernadhi Jaya Abadi menyerahkan lambang Kota Bekasi yang terbuat dari karpet kepada Wakil Walikota Bekasi Bapak Ahmad Syaikhu di Kantor Wakil Walikota Bekasi.

Karpet ini dipersembahkan oleh seluruh karyawan Pabrik karpet yang berlokasi di kota bekasi sebagai wujud kecintaan kami kepada kota bekasi. 

Karpet selain untuk dipakai dilantai sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk sovenir seperti lambang partai, organisasi dan kaligrafi, perusahaan hjkarpet sedang mengembangkan produk - produk kreatif yang nantinya bisa menembus pasar.

harapan kita seperti yang diharapankan beliau saat berkunjung ke Pabrik yaitu sebagai salah satu produk unggulan bekasi dan sebagai salah satu produk unggulan jawa barat seperti yang diharapkan juga oleh Gubernur jawa barat Bapak ahmad Heryawan saat berkenjung ke Pabrik kami bulan Nopember 2012.

Bpk Ahmad Syaikhu saat mengunjungi Pabrik Sajadah Masjid  di Bekasi Utara
( Radar Bekasi )






04 November 2012

Kunjungan Gubernur JABAR Bpk Ahmad Heryawan ke HJKARPET


 Syukur Alhamdulillah pada Tgl 4 Nopember 2012, Pabrik Handmade Hernadhi Jaya Karpet dikunjungi Bpk Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat beserta rombongan anggota Dewan Kota Bekasi, 

Kunjungan ini merupakan sebuah penghormatan dan kebanggaan bagi kami seluruh keluarga besar HJKARPET, prestasi yang telah dicapai oleh HJKARPET dalam ikut serta memajukan produk lokal sangat diapresiasi oleh Bpk Gubernur, Beliau akan mempromosikan produk HJKARPET khususnya untuk wilayah JAWA BARAT, dengan motto " Produl lokal berstandar internasional " kami siap untuk menjadi produk unggulan jawa barat , sekarang kami sudah membuat MOU dengan Pengusaha Abudabi untuk pengadaan karpet kesana. Sebagai komitmen kami sekarang kita sedang pembuata ISO untuk standarisasi internasional dan mendaftarkan semua produk kita ke lembaga resmi yang melakukan pengujian dengan berstandar SNI.




Bpk Ahmad Heryawan meninjau produksi yg dilakukan oleh tangan - tangan trampil anak bangsa Karyawan Pabrik Karpet Hernadhi Jaya


Gubernur Jawa Barat Bpk Ahmad Heryawan meresmikan Yayasan Fikrul Akbar yang didirikan oleh keluarga besar HJKARPET untuk ikut serta dalam memajukan pendidikan dan dakwah dilingkungan sekitar khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.


Foto bersama Bpk Ahmad Heryawan beserta Bu Netty Heryawan dengan Bpk Heru Purnomo beserta Bu Nana ( Pemilik HJKARPET )



Bpk Ahmad Heryawan beserta rombongan ( Bpk Ahmad Syaikhu calon wawali kota bekasi, Bpk Choiruman anggota DPRD kota Bekasi, Bpk Samsul Ma'arif anggota DPRD Bandung Barat, Bpk Rubaidi Ketua yayasan Fikrul Akbar, Bpk Agus Distributor HJKARPET pamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Harapan Indah )



Foto bersama Bpk Ahmad Heryawan dengan  seluruh keluarga besar Pabrik Karpet Handmade Hernadhi Jaya






Ibu Netty Heryawan dengan Bu Nana Nadhifah sedang mencoba melakukan proses finishing di pabrik Hernadhi Jaya